![]() |
| H. Lahupa (kanan), rekan jamaah haji sekamar di madinah |
Ada satu hal yang baru saya pahami setelah menunaikan ibadah haji tahun 2026. Perjalanan ke Tanah Suci ternyata tidak benar-benar berakhir ketika pesawat mendarat kembali di Indonesia. Justru, perjalanan berikutnya dimulai ketika para jamaah kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan menyandang gelar haji dan hajja. Pertanyaan besarnya bukan lagi bagaimana menjalankan rukun haji, melainkan bagaimana menjaga kemabrurannya.
Pertanyaan itu terlintas di benak saya saat menghadiri Temu Silaturahmi Alumni Jamaah Haji Baubau 2026 di Vila Kamelanta, Ahad (26/07/26). Perjalanan dari Kota Baubau ke lokasi yang menempuh jarak 30 km menghadirkan suasana berbeda. Jalanan lengang, hamparan pepohonan hijau, dan pemandangan laut yang membentang di sisi vila membuat tempat itu terasa tepat untuk berkumpul. Angin berembus pelan serta rindang pepohonan menjadi peneduh bagi puluhan jamaah yang datang bersama pasangan dan keluarganya.
Vila Kamelanta sendiri berdiri sederhana di tepi pantai. Bangunan kayunya menghadirkan kesan hangat, jauh dari suasana formal tempat untuk bertemu. Tidak heran jika sejak awal acara, percakapan lebih banyak diwarnai tawa, saling sapa, dan cerita-cerita ringan tentang kehidupan setelah kembali dari Tanah Suci. Sesekali terdengar candaan mengenai kebiasaan selama di Makkah atau Madinah yang masih terbawa hingga di rumah. Momen seperti ini rasanya sulit ditemukan dalam pertemuan resmi.
Pengalaman badah haji yang saya lakukan di tahun 2026 ini menjadi pengalaman yang tidak akan dilupakan. Setelah menyelesaikan rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, para jamaah kembali ke hotel masing-masing dengan perasaan lega sekaligus haru. Ibadah selanjutnya dilaksanakan di Masjid Nabawi Kota Madinah sebelum akhirnya pulang ke Indonesia.
Selama berminggu-minggu hidup bersama dalam satu rombongan, para jamaah terbiasa saling bantu. Ada yang mengingatkan jadwal makan, menemani saat berobat, hingga sekadar menunggu teman yang berjalan lebih lambat menuju masjid. Hubungan seperti itu ternyata tidak serta-merta hilang ketika semua telah kembali ke rumah masing-masing.
Karena itu, kegiatan silaturahmi seperti ini terasa memiliki makna yang berbeda. Agendanya memang sederhana. Rangkaian agenda di pertemuan itu mungkin hanya santap siang dan hiburan karaoke atau bermain domino bersama. Namun, inti sebenarnya bukan pada susunan acaranya, yang paling berharga adalah kesempatan untuk kembali duduk bersama mereka yang pernah berjuang menuntaskan rukun Islam kelima dalam perjalanan spiritual yang sama.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Alumni Jamaah Haji Baubau 2026, H. Muslimin, mengingatkan bahwa kebersamaan yang telah dibangun di Makkah dan Madinah tidak boleh berhenti begitu saja. Pertemuan-pertemuan berikutnya direncanakan berbentuk pengajian rutin yang sesekali diselingi kegiatan di alam terbuka. Gagasan itu terasa sederhana, tetapi justru sangat mungkin dijalankan karena berangkat dari kebutuhan yang sama, yakni menjaga tali persaudaraan.
Pernyataan Ketua Majelis kami itu mengingatkan saya bahwa selama di Tanah Suci, memang hampir tidak ada jamaah yang benar-benar berjalan sendirian. Selalu ada tangan yang membantu, bahu tempat bersandar, atau teman yang mengingatkan ketika kita mulai lelah. Lebih kurang 40 hari menjalani ibadah haji, tentu akan menghadirkan momen membekas dengan begitu banyak kenangan baik untuk dijaga.
Menjelang sore, acara pun ditutup dengan foto bersama berlatar laut yang tenang. Saya memandang wajah-wajah yang pernah sama-sama mengenakan kain ihram beberapa waktu lalu. Kini pakaian mereka telah berbeda, begitu pula rutinitas hidup masing-masing. Namun, ada satu hal yang tetap sama, yaitu harapan agar perjalanan menuju surga tidak ditempuh sendirian.
Sebab, barangkali benar seperti yang disampaikan dalam pertemuan itu, sahabat terbaik bukan hanya mereka yang menemani kita selama di dunia, melainkan juga mereka yang terus mengajak kita agar selalu mendekat kepada Allah hingga akhir perjalanan. (Kang Mamad)

No comments:
Post a Comment