![]() |
| Dr. H. Halking, Kepala Kantor Kemenhaj Kota Baubau |
Di tengah suasana akrab Temu Alumni Jamaah Haji Baubau 2026 di Vila Kamelanta, Ahad (26/7/2026), Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Baubau, Dr. H. Halking, S.Ag., S.H., M.Fil.I., menyampaikan sebuah pesan yang mengundang renungan. Menurutnya, salah satu cara menjaga kemabruran haji adalah dengan menjalin silaturahmi bersama orang-orang saleh. Ia mengingatkan bahwa selain dari Rasulullah SAW dan Al-Qur'an, ada pula syafaat dari teman-teman yang saleh.Pernyataan tersebut memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam. Al-Qur'an menegaskan bahwa seluruh syafaat pada hakikatnya adalah milik Allah dan tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafaat tanpa izin-Nya (QS. Az-Zumar: 44; QS. Al-Baqarah: 255). Dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa setelah orang-orang beriman memasuki surga, mereka akan memohon kepada Allah agar menyelamatkan saudara-saudara mereka yang masih berada di neraka karena memiliki keimanan. Permohonan itu diterima oleh Allah sebagai bentuk syafaat yang diizinkan-Nya.
Riwayat lain juga menjelaskan bahwa seorang mukmin dapat memberikan syafaat kepada kerabat atau sahabatnya sesuai kadar izin yang Allah berikan. Namun demikian, para ulama mengingatkan agar konsep syafaat tidak dipahami secara keliru. Syafaat bukanlah jaminan keselamatan bagi siapa pun yang sengaja meremehkan amal saleh atau bergantung pada kedekatan dengan orang-orang saleh.
Kelompok-kelompok teologi seperti Khawarij pada masa awal Islam bahkan menolak adanya syafaat bagi pelaku dosa besar, sementara mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah menerima syafaat berdasarkan banyak dalil Al-Qur'an dan hadis sahih, dengan syarat seluruhnya terjadi atas kehendak dan izin Allah SWT.
Dalam konteks itulah, silaturahmi memiliki makna lebih dalam daripada sekadar menjaga hubungan sosial. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi" (HR. Bukhari dan Muslim). Silaturahmi bukan hanya menghadirkan berkah hidup di dunia, tetapi juga sarana saling menguatkan iman, mengingatkan kebaikan, serta membangun persahabatan yang menjadi sebab turunnya rahmat Allah.
Bagi para alumni haji, menjaga kebersamaan bukan sekadar mengenang perjalanan di Tanah Suci, melainkan ikhtiar untuk mempertahankan kemabruran hingga akhir hayat dengan terus berada di lingkungan yang mengajak kepada ketaatan. Sehingga tidak hanya kebaikan di dunia yang bisa didapatkan tapi juga syafaat penolong di akhirat kelak. (Kang Mamad)

No comments:
Post a Comment